RSS

Program Siswa Berkebutuhan Khusus

23 Des

Makin meningkatnya jumlah anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendidikan formal serta terbatasnya sekolah-sekolah umum yang menyediakan layanan pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus, hal ini mendorong Sekolah Tunas Unggul untuk membuat program pendidikan dan kurikulum yang disesuaikan bagi anak-anak tersebut.
Sekolah tunas unggul merupakan sekolah berwawasan global, terkenalnya Tunas Unggul sebagai sekolah inklusi merupakan hasil dari buah bibir masyarakat. Lalu sekolah ini merintis sebagai sekolah inklusi namun setelah beberapa waktu berjalan sekolah mengadakan evaluasi. Dan dari hasil evaluasi tersebut didapatkan bahwa sekolah belum mampu menangani siswa ABK secara keseluruhan. Sehingga sejak dua tahun kebelakang, sekolah ini hanya menerima ABK yang mempunyai ketunaan yang terbilang ringan untuk di didik. Hal tersebut merupakan kesepakatan antara psikolog dan guru pendamping dari sekolah tersebut, sehingga apabila ada anak yang menurut psikolog dan pendamping sekolah itu merasa mampu maka ABK dapat di terima,tetapi sebaliknya apabila menurut mereka ABK tersebut dirasa terlalu berat kondisinya maka sekolah merekomendasikan ABK ke sekolah lain.
Adapun anak-anak berkebutuhan khusus yang ditangani oleh TK/SD Tunas Unggul adalah anak-anak dengan kriteria diagnosa : autism, ADHD (Attention Deficit and Hiperactivity Disorder), CP (Cerebral Palsy), Down Syndrome, Kesulitan Belajar Khusus (Learning Disorder), dan Slow Learner.
Sebelum ABK bisa diterima oleh pihak sekolah, semua calon siswa baru termasuk ABK harus mengikuti tes kematangan masuk sekolah, dimana syarat masuk siswa di sekolah ini harus berusia 6 tahun keatas, hal tersebut disebabkan agar siswa lebih matang dalam mengahadapi materi-materi yang diberikan oleh guru di kelas. Jika ada siswa yang tidak lolos tes masuk (baik bagi ABk maupun anak pada umumnya) sekolah membuat rekomendasi bagi anak tersebut untuk masuk ke sekolah yang dirasa bias menangani anak tersebut.
Para pengajar yang berada disekolah Tunas Unggul kebanyakan lulusan dari universitas pendidikan Indonesia dengan jurusan kependidikan. Sedangkan bagi guru pembimbing tidak diharuskan mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi, melainkan cukup dengan melewati tes yang diberikan oleh sekolah memiliki kemauan untuk mengikuti pembelajaran dari awal dan mencintai anak – anak, bisa mempunyai kesempatan untuk menjadi pembimbing di sekolah itu. Selain guru pembimbing, disekolah Tunas Unggul juga memiliki guru mata pelajaran, dan wali kelas yang disamping tugas utama masing – masing juga bertugas sebagai guru pembimbing. Tugas guru pembimbing disini adalah sebagai penyeimbang ABK didalam kelas, sehingga ABK dapat di terima oleh teman sekelasnya, ABK dapat menyesuaikan dengan lingkungannya. Selain mendampingi ABK selama disekolah, guru pembimbing pun tetap memantau perkembangan anak tersebut di lingkungan rumah.
Selain memiliki tenaga pengajar bagi ABK, sekolah ini menyediakan fasilitas treatment bagi ABK sesuai dengan kebutuhan anak tersebut. Treatment tersebut dilakukan oleh bagian orthopedagog yang orang-orangnya kebanyakan mempunyai latar belakang pendidikan di Pendidikan Luar Biasa. Treatment tersebut dilakukan 1 minggu dua kali bagi abk yang memiliki hambatan yang berat dan 1 minggu satu kali untuk abk yang memiliki hambatan yang ringan.
Mengenai buku laporan (raport) ABK terdapat 3 buku laporan, yang pertama buku raport dari yayasan, buku raport dari Dinas Pendidikan dan laporan dari guru pembimbing. Di Tunas Unggul ini terdapat program buku penghubung, dimana buku itu berfungsi sebagai “diary anak” yang isinya berupa kegiatan keseharian anak di lingkungan sekolah, pengumuman tentang kegiatan sekolah, tentang perkembangan anak, pemberitahuan kepada orang tua dan sebagainya. Dalam arti lain buku penghubung tersebut sebagai penghubung antara anak dengan guru, anak dengan orang tua, dan guru dengan orangtua. Program buku penghubung tersebut telah direalisasikan semenjak anak masuk sekolah kelas 1 sampai lulus.
Tindak lanjut yang dilakukan oleh sekolah ini terhadap ABK yang telah lulus yaitu dengan merekomendasikan sekolah-sekolah yang memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan memiliki program inklusif yang lebih memadai. Contohnya, Tunas Unggul telah meluluskan 2 angkatan yang didalamnya terdapat ABK yang kemudian meneruskan sekolah ke Ibnu Sina dan Mutiara Bunda.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 23, 2011 in KAJIAN LAPANGAN

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: